Langsung ke konten utama

In Memory BCN Angkatan X


Era informasi semakin merambah dunia, dunia literasi kesastraan semakin berkembang. Kemajuan suatu bangsa ditentukan dari masyarakat cinta membaca. Dari membaca, akan menumbuhkan semangat menulis. Dengan menulis, akan menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri.

Bengkel cerpen nidaa menjawab segala kegelisahan para penulis pemula untuk dilatih dan dibimbing menjadi seorang penulis, dalam hal ini aku menjadi salah satu dari beberapa peserta yang mengikuti pelatihan BCN angkatan X.

Hari pertama tanggal 25 maret 2010 pelatihan BCN telah tiba, aku dengan semangat bersiap akan berangkat. Perjalanan dengan kereta telah sukses kulalui, lalu aku turun di stasiun Tanjung barat dan naik angkot jurusan Pasar Rebo, kemudian naik Bus Way. Padahal Bus Way ber-AC, tapi kepala dan perut tidak bisa diajak kompromi. Jadilah aku pusing dan mual,aku berpikir gimana nih... belum sampai ke tempat Annida kepala dan perut ingin berontak tak bisa didiamkan. Mungkin naik bus Way nya keliling Jakarta dan ditambah ruangan didalamnya ber-AC, yang namanya AC, entah didalam ruangan atau di mobil yang ber-AC, aku pasti pusing dan mual.

Akhirnya sampai juga, meskipun kepala masih agak pusing, tidak menyurutkan langkahku untuk tetap ke tempat Annida. Alhamdulillah acaranya belum terlalu lama dimulai, aku terlambat 10 menit. Disaat penutupan acara hari pertama, pemimpin redaksi Annida, Muhammad Yulius memberikan motivasi dan doa penutup.

Hari kedua tanggal 2 mei 2010 pelatihan BCN lanjutan. Aku tidak ingin mengulang kembali perjalananku menuju kantor redaksi Annida naik kendaraan yang sama. Aku ingin sampai disana keadaanku tidak kacau seperti pada hari pertama. Alhamdulillah kejadian pada hari pertama tidak terulang.

Pelatihan pertama dan kedua berjalan menyenangkan. Mba Sinta, mba Novi, dan mas Elzam Zami memberikan materi dengan sangat bagus, sehingga semua peserta begitu antusias dan khusu mendengarnya. Mba Sinta memberikan materi seputar teknik menulis cerpen, mba novi memberikan materi tentang cara membuat blog, sedangkan mas Elzam memberikan materi yang serupa dengan mba Sinta dan mas Elzam menyempurnakan materi teknik penulisan cerpen.

Pada saat detik-detik penutupan, panitia yang diwakilkan pemimpin redaksi Muhammad yulius membagikan sertifikat pelatihan. Dan yang lebih surprise, mba Endah terpilih sebagai peserta terbaik sekaligus ketua BCN angkatan X.

"Alhamdulillah, banyak ilmu yang kudapatkan setelah mengikuti pelatihan BCN ini, aku bertekad akan terus berlatih dan berlatih."

Komentar

Elzam mengatakan…
Hahaha... semoga bermanfaat ya, bagi semua BCN-nya. Aamiin.

Postingan populer dari blog ini

Guru

1) Guru menciptakan susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalah menciptakan kelas yang memberikan keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali untuk mau bertanya dan berpendapat. Anda juga bisa membuat peraturan kelas yang isinya antara lain ‘Tidak boleh merendahkan atau meremehkan pendapat orang lain’ Jangan lupa anda juga memberi contoh dahulu kepada siswa untuk mengucapkan terima kasih dan menghargai untuk setiap pertanyaan, atau pendapat dari siswa anda. Jika ini terjadi dikelas anda, dijamin kelas akan berubah menjadi kelas yang setiap individu didalamnya saling mendukung dan mudah untuk berkolaborasi ...