Langsung ke konten utama

Menata hati dengan Zikrullah


Ketika hati kita terasa hampa dan kegelisahan melanda, seakan-akan ingin marah tanpa sebab. Ruhiyah berantakan, hati berpenyakit, dan seakan-akan dunia terasa sempit.
Jika kita membiarkan itu semua hinggap di diri kita, wah ... kemungkinan besar kita akan terperosok yang sangat jauh..., bahkan kita tidak bisa kembali.
Ternyata ..., jika hidayah telah ada didalam genggaman kita, maka peganglah atau ikatlah hidayah itu kuat-kuat jangan sampai terlepas. Jika kita lengah, maka hidayah itu akan hilang untuk selama-lamanya. Hidayah yang kita rawat dengan ketaqwaan akan menghasilkan hati yang bersih dari berbagai macam titik-titik noda hitam.
Ada beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menata hati kita, yang insya Allah sangat berguna bagi diri dan pembaca blog saya.
1. zikirlah di setiap kondisi apapun
2. Muhasabah atau instropeksi diri kita secara rutin menjelang tidur, hisab diri kita sebelum di hisab Allah di akhirat.
3. Ziarah kubur, Mengingat kematian, siksa kubur, dan membayangkan siksa api neraka
4. lakukan ibadah sunah, walaupun sedikit tapi rutin
5. tilawah Al-Qur'an
6. Berdoa, karena doa adalah kuncinya ibadah, berdoalah pada Allah, Insya Allah akan dikabulkan, bukankah Allah tidak pernah bosan mendengar doa-doa kita sampai kita sendirilah yang bosan.
Nah ... itulah tips atau cara menata hati, masih banyak sarana menata hati yang lainnya, semoga kita semua dapat menata hati kita dengan niat karena Allah semata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Tahun Baru Islam 1430 H

Satu Muharam adalah tahun barunya umat Islam, dimana pada malam tahun baru itu kita dapat merenungkan atau instropeksi diri flasback kebelakang tentang apa-apa yang telah kita lakukan selama setahun, sebulan, seminggu, atau dalam satu hari. Jika kita melihat fenomena sekarang, satu Muharam di identikkan dengan malam satu suro, di malam itu banyak hawa-hawa klenik. Dan jika kita bandingkan antara tahun baru Islam dengan tahun baru Masehi, maka banyak orang yang lebih memeriahkan tahun baru masehi, berbagai acara di gelar, bakar ayam, petasan disana-sini menghiasi langit dengan berbagai macam aneka warna-warni. Padahal seharusnya yang lebih harus dimeriahkan adalah tahun baru Islam yang notabene kita mengaku sebagai Muslim, sudah seharusnya kita lebih meramaikan tahun barunya umat Islam dengan berbagai acara. Jika umat islam mengetahui sejarah asal-usul adanya tahun baru islam, sudah pasti akan mengalahkan tahun baru Masehi dan lebih memeriahkan tahun baru Islam atau satu Muharam. Sejar...