Langsung ke konten utama

Marhaban ya Ramadhan

Ramadhan kan datang tinggal hitungan hari. Berbagai persiapan yang seharusnya tidak perlu dijalankan banyak dilakukan oleh masyarakat pada umumnya; seperti ziarah kubur menjelang satu hari akan Ramadhan.

Sebagai seorang muslim seharusnya dalam mempersiapkan menyambut Ramadhan tidak perlu adanya unsur bid'ah. yang perlu dilakukan dalam menyambut Ramadhan adalah persiapkan ilmu tentang Ramadhan, Ruhiyah yang dijaga dengan istiqomah menjalankan ibadah wajib dan yang sunah. Jika kita mempersiapkan menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya, maka pada saat Ramadhan adalah kita maksimal dalam melaksanakan apa-apa yang dalam Ramadhan.

Ramadhan bagi umat Islam adalah tamu yang selalu dinanti dan dirindu kedatangannya, tapi ditangisi kepergiannya. karena kita tidak tahu apakah Ramadhan selanjutnya kita masih bertemu dengan Ramadhan kembali.

Tapi betapa banyak sebagian orang yang tidak tahu atau bahkan tidak memahami keutamaan-keutamaan bulan Ramadhan. Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadhan, terlihat tanpa malu mereka sengaja tidak berpuasa, mal-mal dan pasar-pasar penuh sesak antrian orang membayar dan membeli berbagai souvenir lebaran. Allah memberikan kasih sayangnya pada orang-orang yang beriman dengan diberikan satu hari tanggal ganjil kebaikan dan pahala selama seribu bulan yaitu malam Lailatul Qodar. Jika setiap muslim memahami hakikat dan keutamaan Ramadhan dengan sebenar-benarnya, maka akan terlihat bukan pasar atau mal-mal yang penuh antrian orang. Maka kebalikannya adalah masjid-masjid yang akan ramai oleh lisan-lisan orang yang sedang tilawah Al-Qur'an.

Doa yang sangat baik kita ucapkan disaat ba'da sholat untuk menyambut Ramadhan:
"Allahumma bariklana fii Rajab wa Sya'ban Wa balighna Ramadhan."
Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikan kami di bulan Ramadhan.

Insya Allah doa tersebut akan mengantarkan kita menuju Ramadhan. Kita memohon semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan-ramadhan yang lalu. Sehingga kita diakhir Ramadhan menjadi pribadi-pribadi yang benar-benar bersih dan akan terus istiqomah ba'da Ramadhan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Renungan Tahun Baru Islam 1430 H

Satu Muharam adalah tahun barunya umat Islam, dimana pada malam tahun baru itu kita dapat merenungkan atau instropeksi diri flasback kebelakang tentang apa-apa yang telah kita lakukan selama setahun, sebulan, seminggu, atau dalam satu hari. Jika kita melihat fenomena sekarang, satu Muharam di identikkan dengan malam satu suro, di malam itu banyak hawa-hawa klenik. Dan jika kita bandingkan antara tahun baru Islam dengan tahun baru Masehi, maka banyak orang yang lebih memeriahkan tahun baru masehi, berbagai acara di gelar, bakar ayam, petasan disana-sini menghiasi langit dengan berbagai macam aneka warna-warni. Padahal seharusnya yang lebih harus dimeriahkan adalah tahun baru Islam yang notabene kita mengaku sebagai Muslim, sudah seharusnya kita lebih meramaikan tahun barunya umat Islam dengan berbagai acara. Jika umat islam mengetahui sejarah asal-usul adanya tahun baru islam, sudah pasti akan mengalahkan tahun baru Masehi dan lebih memeriahkan tahun baru Islam atau satu Muharam. Sejar...